15 Manfaat Keladi Tikus Untuk Kanker dan Kesehatan

Manfaat keladi tikus belum banyak diketahui oleh banyak orang dikarenakan keladi tikus tidak bisa dijumpai di berbagai tempat. Keladi tikus merupakan tanaman umbi yang disebut juga dengan typhonium flagelliforme Rat. Tanaman keladi tikus termasuk dalam keluarga Araceae. Setiap daerah menyebut tanaman keladi tikus dengan sebutan yang berbeda-beda. Ada yang menyebutnya dengan tumbuhan merata, daun panta susu, kalamayong, ileus, trenggiling mentik dan masih banyak lagi lainnya. Nama yang terdengar sepele, ternyata memiliki manfaat dan kandungan yang luar biasa.

Keladi tikus memiliki banyak manfaat terutama untuk penyembuhan kanker dan juga berbagai penyakit lainnya. Keladi tikus memiliki banyak zat di dalam umbi dan  juga daunnya. Namun untuk penyembuhan kanker, keladi tikus banyak dimanfaatkan umbinya dibandingkan dengan daunnya. Rasa daunnya begitu pahit namun khasiatnya sangat ampuh. Keladi tikus juga termasuk dalam tanaman beracun. Diperlukan penanganan  khusus sebelum bisa dikonsumsi. Manfaat keladi tikus untuk kanker adalah sebagai berikut :

1. Keladi Tikus Menghambat Dan Menyembuhkan Sel Kanker

Manfaat keladi tikus yang pertama adalah untuk masalah kanker. Pertumbuhan sel kanker bisa disembuhkan dengan umbi dan daun keladi tikus. Untuk bisa mengobati dan mencegah penyebaran sel kanker keladi tikus akan menggunakan zat nya untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.

Zat Dalam Keladi Tikus Yang Bermanfaat Untuk Penyembuhan Kanker

  • Ribosome inacting protein atau RIP. Zat ini bermanfaat dalam mencegah penyebaran sel kanker. Tidak hanya menghambat dan mencegah saja, zat yang dikenal juga dengan ribosome inactivating protein juga memiliki kemampuan dalam menghancurkan sel-sel kanker di dalam tubuh tanpa harus merusak sel-sel normal di dalam tubuh.
  • Antioksidan tinggi juga bermanfaat dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. Antioksidan yang dihasilkan adalah antioksidan Bermanfaat utnuk mencegah kerusakan gen pada penderita kanker.
  • Zat kurkumin merupakan senyawa antiinflamasi atau zat anti peradangan. Dalam penyembuhan kanker, zat ini bermanfaat untuk mengaktifkan mediator atau perantara. Mediator itu bisa merangsang penguatan sel dalam sistem imunitas sehingga mereka bersama-sama bisa melawan kanker.

Kanker Yang Bisa Disembuhkan Dengan Tanaman Keladi Tikus

Tidak semua kanker cocok diobati menggunakan keladi tikus. Jenis kanker yang cocok diobati menggunakan keladi tikus adalah sebagai berikut ini :

  1. Kanker serviks
  2. Kanker usus besar.
  3. Kanker paru-paru.
  4. Kanker pankreas.
  5. Kanker rektum.
  6. Kanker otak.
  7. Kanker liver.
  8. Kanker otak.
  9. Kanker tulang.
  10. Kanker tenggorokan.
  11. Kanker limpa.
  12. Kanker darah atau leukimia.
  13. Kanker ginjal.
  14. Kanker empedu.

2. Keladi Tikus Bermanfaat Dalam Detoksifikasi

Tubuh sebenarnya bisa secara alami membuang racun di dalam tubuh terutama di dalam usus.  Namun jika di dalam tubuh terdapat kerusakan sel, proses detoksifikasi bisa terganggu. Di dalam tubuh kita terdapat banyak racun yang mengendap. Racun tersebut berasal dari makanan dan minuman yang tidak dapat diuraikan oleh tubuh sehingga racun itu mengendap di dalam tubuh. Terutama sekarang ini limbah dan zat kimia bertebaran dimana-mana, misal polusi udara dan juga pola makan tidak baik.

Zat Dalam Keladi Tikus Yang Bermanfaat Dalam Detoksifikasi

Zat di dalam keladi tikus berikut ini bermanfaat untuk membuang racun yang ada di dalam tubuh :

  • Ekstra typhonium flagelliforme dipercaya mampu dalam membantu tubuh melakukan detoksifikasi.
  • Zat alami fraksi etil asetatnya juga akan membantu dalam proses detoksifikasi di dalam tubuh manusia.

3. Keladi Tikus Mengobati Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan kanker ganas yang bisa membunuh siapa saja. Posisinya menduduki peringkat nomor dua kanker mematikan di Indonesia setelah kanker serviks. Keladi tikus bisa digunakan untuk herbal penyembuhan kanker payudara.

Zat Dalam Keladi Tikus Yang Bermanfaat Dalam Pengobatan Kanker Payudara

  • Di dalam umbi keladi tikus terdapat ekstra etanol sebanyak 50%. Etanol tersebut bermanfaat untuk mencegah penyebaran sel kanker di payudara.
  • Ekstrak typhonium flagelliforme selain bermanfaat dalam detoksifikasi juga bermanfaat untuk mencegah penyebaran sel kanker.

4. Keladi Tikus Bermanfaat Untuk Menangkal Radikal Bebas

Sekarang ini radikal bebas ada dimana-mana. Radikal bebas tidak boleh diremehkan begitu saja sebab dari radikal bebas bisa menyebabkan pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Radikal bebas berasal dari polusi udara yang tersebar di sekitar kita. Polutan yang dihasilkan pun memiliki bahan kimia yang berbahaya. Jika terserap melalui hidung, polutan tersebut bisa menyebar ke jantung paru-paru dan organ vital lainnya. Dengan mengkonsumsi ramuan yang terbuat dari umbi dan daun keladi tikus, tubuh bisa melindungi dirinya dari radikal bebas disekitarnya.

Zat Dalam Keladi Tikus Untuk Menangkal Radikal Bebas

  • Keladi tikus memiliki zat bioaktif yang bermanfaat dalam menangkal radikal bebas.
  • Antioksidan di dalam keladi tikus juga bermanfaat dalam menangkal berbagai radikal bebas disekitar kita.

5. Keladi Tikus Menetralisir Racun Narkoba

Manfaat khasiat keladi tikus dalam netralisir racun narkoba mungkin masih belum banyak diketahui. Racun akibat narkoba sangat fatal jika mengendap di dalam tubuh. Untuk menetralisir racun akibat narkoba diperlukan detoksifikasi berupa pengeluaran racun dari jaringan tubuh. Dengan kandungan zat typhonium flagelliforme dan juga zat alami fraksi etil asetatnya bisa mengeluarkan racun yang diakibatkan oleh narkoba. Racun itu bisa dikeluarkan melalui keringat, urin dan juga feses.

6. Mengobati Bisul Yang Membengkak

Bisul berupa cairan berisi nanah yang sangat mengganggu penampilan dan juga menimbulkan rasa nyeri. Jika ada di pantat dan juga paha penderita akan kesulitan untuk duduk. Bisul berisi kuman, bakteri dan juga virus. Bisul perlu segera diobati atau dikempeskan agar tidak menggangggu aktivitas penderitanya. Tanaman keladi tikus mampu mengobati bisul dengan cepat. Menggunakan tumbukan umbi dan daun keladi tikus yang telah halus, kemudian ditempelkan secara teratur di bisul. Bisul pun akan segera kempes dan hilang.

Zat Dalam Keladi Tikus Yang Bermanfaat Untuk Mengobati Bisul

  • Zat hepatoprotektor bermanfaat dalam mengatasi bengkak dan juga mengatasi nanah di dalam bisul tersebut.
  • Immunomodulator bermanfaat dalam mengatasi rasa nyeri yang dihasilkan oleh bisul.

7. Keladi Tikus Sebagai Anti Bakteri

Keladi tikus bermanfaat dalam mengatasi bakteri yang menyerang di dalam tubuh. Sifatnya yang sebagai antibiotik bermanfaat dalam menangkal flu, batuk dan masih banyak lagi lainnya.

Zat Dalam Keladi Tikus Yang Bermanfaat Untuk Antibiotik

  • Asam laurat bermanfaat untuk menghalau bakteri yang ingin masuk ke dalam tubuh.
  • Asam kaprat bermanfaat untuk membunuh bakteri yang berhasil masuk ke dalam tubuh.

Untuk menjadikan keladi tikus menjadi obat herbal yang ampuh dan mujarab harus dikombinasikan dengan bahan herbal lainnya misalnya kunyit putih, daun sirsak dan masih banyak lagi lainnya. Itulah beberapa hal yang harus diketahui tentang manfaat keladi tikus.

Ciri-Ciri Tanaman Keladi Tikus

Jangan salah dalam mengidentifikasi tanaman keladi tikus. Banyak tanaman yang ada di dalam muka bumi ini , sehingga diperlukan ketelitian dalam mengidentifikasi. Berikut ini ciri-ciri tanaman keladi tikus yang wajib diketahui :

  • Tanaman keladi tikus memiliki daun tunggal, warnanya hijau dan juga tersusun rapi di roset.
  • Panjang daun sekitar 16-17 cm, daunnya lonjong dan ujungnya meruncing atau tajam.
  • Pangkal daun berbentuk jantung, bertepi rata dan juga permukaan daunnya terlihat mengkilat.
  • Yang menjadi ciri unik tanaman ini adalah memiliki bunga unik mirip dengan ekor tikus. Bunga keladi tikus muncul di roset akar dan juga bertangkai.
  • Panjang bunga keladi tikus 4-8 cm, kelopak bunganya lonjong kekuning-kuningan, atas kelopak berbentuk memanjang sekitar 5-21 cm. Ujung bunganya berbentuk seperti ekor tikus.
  • Menimbulkan rasa gatal jika disentuh menggunakan tangan biasa.

Riset Tentang Keladi Tikus

Hasil lembaga atau riset yang dilakukan di perguruan tinggi di negara Malaysia dan beberapa negara lainnya menunjukkan bahwa sari dalam tanaman keladi tikus bisa menghancurkan sel-sel di dalam kanker.

Keladi tikus merupakan tumbuhan yang langka dan sangat sulit untuk hidup dan tumbuh di tempat terbuka. Banyak tanaman keladi tikus tumbuh di tempat lembab dan kurang dari sinar matahari. Banyak masyarakat Malaysia yang menggunakan tanaman ini sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit yang diderita. Keladi tikus yang digunakan untuk menyembuhkan luka atau penyakit adalah umbinya.

Kendati masih perlu penelitian lebih mendalam, kunyit putih atau temu putih (Curcuma zeodaria) diyakini banyak orang mampu meredam pertumbuhan sel kanker.

Beberapa kasus dan sejumlah literatur memang membenarkannya.

Kalau Anda berminat mengkonsumsi, jangan terkecoh pada kunyit lain yang bentuknya mirip namun khasiatnya melawan sel kanker tak sehebat kunyit putih.

Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, pada edisi 28 November 1998 memberitakan, seorang dokter yang mendefita kanker, pernah menjalani operasi namun kambuh dan bahkan menyebar, sembuh setelah tekun mengkonsumsi kunir/kunyit putih.

Seperti apakah bentuk dan ciri kunyit putih? Banyak kesalahkaprahan soal ini.

Banyak pula orang yang terkecoh karena bentuknya mirip dengan kunyit putih, namun temyata sekadar turunannya dalam kerabat temu-temuan (Zingiberaceae).

Belum lagi kesulitan yang disebabkan oleh penyebutannya dalam istilah lokal.

Wied Harry Apriadji dalam Majalah Nirmala edisi Juli 2000 mengingatkan, orang bisa terkecoh menyangka temu lawak (Curcuma xanthorrhiza) sebagai kunyit putih.

Soalnya, di beberapa daerah  temu lawak memang dinamakan kunyit putih. Dalam bahasa Sunda disebut koneng gede, dan oleh orang Madura disebut temo lobak.

Bentuk rimpangnya mirip kunyit (Curcuma domestica atau Curcuma longa), tapi lebih besar.

Kalau kunyit warnanya kuning-jingga, temu lawak kuning muda, bahkan pucat keputihan jika masih muda.

Setelah dirajang dan dikeringkan, warna kuningnya pun makin pudar.

Jenis rimpang lain yang sering rancu disebut kunyit putih adalah temu mangga (Curcuma mangga).

Secara kebetulan, di beberapa daerah di Indonesia sebutannya pun kunyit putih atau temu putih.

Sering dijadikan obat turun panas, gatal-gatal, sesak napas, dan susut perut, temu mangga banyak dipakai sebagai ramuan “peringkas” vagina setelah masa persalinan.

Masih ada kerabat dekat kencur (Kaempferia galanga) yang sering dianggap sebagai kunyit putih, yakni kunci pepet (Kaempferia angustifolia) yang biasa dijadikan ramuan antidiare serta antidisentri, dan kunci pepet tulen (Kaempferia rotunda) yang sering dipakai untuk mengobati radang, meredam demam dan meningkatkan nafsu makan, juga sebagai ramuan jamu perempuan yang disebut “temu putri”.

Namanya mirip, padahal minyak kayu putih

Sekarang mari kita luruskan istilah yang telanjur salah kaprah. Jamu yang kita bicarakan ini, menurut literatur dan buku tentang tanaman obat adalah temu mangga {Curcuma mangga) dan variannya temu putih (Curcuma zeodaria).

Karena warna kulitnya keputih-putihan, maka disebut kunir putih atau kunyit putih.

Di kalangan perjamuan atau para penjual jamu, yang biasa disebut kunir putih adalah kunir gombyok (nama bukunya: “kunci pepet”).

Jamu ini sudah lama dikenal dan dipakai untuk menyembuhkan gangguan perut. Kunir gombyok ini kulitnya juga berwarna keputih-putihan, tetapi pada akamya terdapat bintil kentang kecil.

Bintil-bintil itu berkerumun, sehingga dinamai kunir gombyok.

Di pasaran kini beredar “kunir putih” yang memakai nama Latin Curcumaalba. Sebenarnya alba (= putih) hanya dipakai untuk penamaan minyak kayu putih, yaitu Eucalyptus alba.

Ciri-ciri temu mangga atau temu putih yang bermanfaat dalam memerangi sel kanker ialah: Warna kulitnya keputih-putihan, warna “daging” atau isinya krem.

la memiliki aroma seperti mangga kweni, harum, dan rasanya tidak pahit. Di masyarakat telah diproduksi temu mangga atau temu putih dalam bentuk bubuk atau tepung.

Warnanya krem, dan aromanya mangga.

Menurut Dr. Retno S. Sudibyo, peneliti pada PAU. Bioteknologi UGM, khasiat kunyit sebenarnya bisa diperoleh dengan memakan umbinya yang masih segar. Tetapi jangan terlalu banyak, karena bagi yang tidak tahan bisa terlanda diare.

Anti-oksidan dan anti-inflamasi

Kunyit mangga atau temu mangga, alias kunir putih  (Curcuma mangga), sebagai anggota keluarga besar Curcuma, mengandung zat kurkumin.

Dalam buku Encyclopedia of Medical Plants dinyatakan, kurkumin mempunyai khasiat: anti-oksidan dan anti-inflamasi.

Bahkan khasiat anti-oksidannya lebih kuat dari vitamin E, sedangkan khasiat anti-inflamasinya lebih kuat daripada hidrocortison kimia/sintetis.

Menurut laporan American Institute of Cancer Report yang dimuat The New York Times akhir Juli 1999, kanker dapat dicegah dengan kunyit.

Zat anti-oksidan pada kunyit berfungsi mencegah kerusakan asam deoksiribonukleat (senyawa yang menyusun gen), karena kerusakan gen adalah salah satu penyebab terjadinya kanker.

Sedangkan kurkumin bersama feruloyl dan 4-hydroxycinnamoyl adalah senyawa anti-inflamasi yang terdapat pada rimpang kunyit.

Kesimpulannya, kedua kandungan kurkumin tersebut sangat berperan dalam memerangi kanker,  yaitu mencegah kerusakan gen sekaligus mencegah peradangan (inflamasi), karena pada penyakit kanker selalu  terjadi inflamasi.

Penetrasi ke dalam sel kanker

Hasil penelitian Dr. Retno S. Sudibyo yang dimuat dalam Tempo 30 Mei 1999 menyebutkan bahwa Curcuma mangga mengandung “protein toksis”, sejenis flibosome in Activating Protein (R.I.P.).

Inilah protein yang mampu menonaktifkan ribosom, sehingga sintesa protein di dalam sel terganggu.

Protein tersebut lebih mudah melakukan penetrasi ke dalam sel kanker daripada sel sehat.

Akibatnya, sel kanker tidak dapat berkembang biak. Karena sel kanker memiliki batas umur, maka lama-kelamaan akan habis dengan sendirinya.

Dari uraian tersebut terlihat tiga manfaat dari Curcuma mangga dalam memerangi kanker, yaitu:

  1. R.I.P. – memblokade pengembangbiakan sel kanker, sehingga lama-lama akan habis.
  2. Antioksidan pada kurkumin mencegah kerusakan gen, di mana kerusakan gen adalah salah satu penyebab timbulnya kanker.
  3. Zat anti-inflamasi pada kurkumin bermanfdat menghilangkan peradangan, padahal kanker selalu disertai peradangan.

Karena Curcuma mangga termasuk hahan alami, maka pemakaian dalam jangka panjang sekalipun tetap aman bagi manusia.  

Pencegahan tetap lebih baik

Tidak semua penyakit kanker mudah dideteksi sejak dini. Malah ada beberapa kasus yang baru diketahui setelah menginjak stadium lanjut.

Dokter Sjahrul Sjamsuddin, Sp. O.G. dari FKUI/RSCM pernah menguraikan, kanker ovarium merupakan pembunuh tersembunyi (silent killer), dengan angka survival hanya 30%.

Dari data RSCM diketahui bahwa terdapat 10 kasus kanker ovarium setiap bulan. Dikatakan juga, sekitar 70% dari kasus kanker itu diketahui ketika telah menyebar {Kompas, 2 Agustus 2000).

Seorang ahli lain, dr. Samsuridjal, menerangkan bahwa di kalangan pria, umumnya pada usia 45 tahun, terjadi pembesaran prostat secara perlahan-lahan.

Dalam literatur tentang gangguan pembesaran prostat disebutkan adanya dua kemungkinan, yaitu pembesaran sel (hipertropi) dan peningkatan jumlah sel (hiperplasia).

Salah satu dari keduanya dapat berkembang menjadi kanker prostat {Kompas 26 Desember 1999 dan Senior 07/19 Agustus 1999).

Kita semua mengetahui bahwa obat kanker adalah untuk mengobati penderita kanker. Bukan untuk orang sehat.

Curcuma mangga bukanlah obat, tetapi bahan alami yang berkhasiat untuk menghambat laju pengembangbiakan  sel kanker, sekaligus bermanfaat untuk mencegah kerusakan gen – salah satu penyebab timbulnya kanker.

Sifat dari kandungan Curcuma mangga, yaitu R.I.P., adalah menghambat laju pengembangbiakan sel kanker.

Sehingga efek terapinya bersifat tidak langsung, yaitu menunggu matinya sel kanker itu sendiri.

Kesimpulannya, efek terapi dengan bahan alamiah ini memerlukan waktu yang relatif panjang. Hasil kemajuan penderita juga relatif pelan, yang berarti memerlukan kesabaran.

Namun kenyataan yang mendukung, yaitu bahwa Curcuma mangga adalah bahan alami, sehingga aman bagi penderita.  (Jekti Widodo)

Takaran untuk mengkonsumsi curcuma mangga

  1. Untuk penyembuhan: 4 –  5 kali sehari, satu sendok teh (diseduh dengan setengah gelas air)
  2. Untuk pencegahan: 1 – 2 kali sehari, satu sendok teh.

(Seperti pernah dimuat di Majalah Intisari edisi November 2000)

Zat Alami dari Tanaman Ini Mampu Menghambat Tumbuhnya Sel Kanker !

Kanker menjadi salah satu ‘musuh’ bagi manusia. Tak terhitung jumlah orang yang harus meregang nyawa akibat menderita kanker. Mulai dari kanker usus, sel darah putih, payudara, hingga kanker otak. Terlebih lagi, hingga kini ilmuwan juga belum bisa menemukan obat yang mampu menyembuhkan kanker. 

 

Ternyata selain menjalani kemoterapi dan mengkonsumsi obat-obatan kimia, kanker dapat diatasi dengan menggunakan tanaman yang dapat diolah menjadi obat herbal yang dapat membunuh sel kanker. 

Meski demikian, rupanya ada sederet tanaman herbal yang dipercaya mampu mencegah munculnya sel kanker, bahkan mengobatinya. Berikut daftarnya:

 

1. Kunyit Putih

Image result for kunyit putih

Kunyit putih memiliki aroma seperti mangga, sehingga dibeberapa tempat di Indonesia kunyit putih sering disebut sebagai temu mangga. Kunyit putih dipercaya berkhasiat mengobati penyakit kanker dan tumor karena mengandung ribosome inacting protein (RIP), anti oksidan dan anti curcumin. Kunyit putih dipercaya mampu mengobati penyakit kanker seperti kanker paru-paru,payudara, leher rahim, serta penyakit jantung dan kolesterol. Antioksidan pada kunyit putih berperan mencegah kerusakan sel, sedangkan anti curcumin berperan sebagai anti inflamasi atau peradangan. RIP berfungsi membunuh sel kanker tanpa merusak sel atau jaringan sehat disekitarnya.

Cara Pembuatan :

  1. Ambil beberapa buah kunyit putih,
  2. Parut dan peras airnya hingga diperoleh 1 sdt perasan
  3. Tambahkan 100cc air hangat
  4. Endapkan ramuan tersebut lalu diminum airnya saja
  5. Konsumsi secara rutin 3x sehari untuk pengobatan, untuk pencegahan 1x sehari sebelum tidur

 

2. Keladi Tikus

Related imageManfaat keladi tikus belum banyak diketahui oleh banyak orang dikarenakan keladi tikus tidak bisa dijumpai di berbagai tempat. Keladi tikus memiliki banyak manfaat terutama untuk penyembuhan kanker dan juga berbagai penyakit lainnya. Keladi tikus memiliki banyak zat di dalam umbi dan  juga daunnya. Namun untuk penyembuhan kanker, keladi tikus banyak dimanfaatkan umbinya dibandingkan dengan daunnya. Rasa daunnya begitu pahit namun khasiatnya sangat ampuh. Keladi tikus juga termasuk dalam tanaman beracun.

Cara Pembuatan :

  1. Ambil 3 batang keladi tikus beserta daunnya
  2. Rendam selama 30 menit
  3. Tumbuk hingga halus dan peras
  4. Saring air hasil perasan
  5. Konsumsi setiap hari

 

3. Daun Dewa

Image result for daun dewa

Daun dewa sejak dahulu sudah dipercaya mampu mengobati berbagai macam penyakit, diantaranya penyakit kanker.

Cara Pembuatan ramuan :

  1. Ambil 30 gram daun dewa segar, 20 gram temulawak putih, 30 gram jombang
  2. Rebus semua bahan dengan 600 cc air sampai air tersisa setengahnya
  3. Saring air rebusan tersebut
  4. Konsumsi setiap hari

 

4. Bunga Rosela

Related image

Bunga rosella dipercaya mampu mencegah dan mengatasi penyakit kanker. Kelopak bunga rosela mengandung vitamin A, vitamin C, 18 asam amino yang diperlukan tubuh, protein dan kalsium. Arginin dan lignin yang terkandung pada kelopak bunga rosela berperan dalam proses peremajaan sel.Gossy peptin anthocyanin dan glucoside hibiscin memiliki efek diuretic dan choleretic , memperlancar aliran darah, mencegah tekanan darah tinggi, meningkatkan kinerja usus dan sebagai obat kuat (tonik).

Cara pembuatan ramuan:

  1. Ambil 5 kelopak bunga rosela, cuci bersih
  2. Seduh dengan air mendidih 1 gelas
  3. Diamkan selama 5 menit
  4. Minum air seduhan secara rutin setiap hari.

 

5. Manggis

Image result for manggis

Buah manggis menghasilkan senyawa xanthone yang mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan, sehingga mampu menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan sel serta menghambat degenarsi sel. Xanthone juga dipercaya berfungsi sebagai obat anti kanker.

Cara pembuatan ramuan:

  1. Ambil 3 buah manggis, kerok bagian dalam kulitnya yang berwarna merah
  2. Blender kulit manggis bisa beserta dagung buahnya
  3. Seduh dengan air mendidih 1 gelas
  4. Diamkan selama 5 menit
  5. Minum air seduhan secara rutin setiap hari

 

6. Leunca

Related image

Leunca Solanum Nigrum biasa digunakan sebagai bahan masakan atau lalapan bagi masyarakat sunda. Leunca juga ternyata dipercaya berkhasiat untuk mengatasi penyakit kanker, khususnya kanker mulut rahim. Mengkonsumsi leunca sangat baik bagi penderita kanker yang tengah menjalani kemoterapi karena luinca dapat mengurangi efek toksik dari pengobatan tersebut. Ekstrak leunca juga mampu meningkatkan aktivitas cisplatin saat untuk mengatasi sel-sel kanker mulut rahim. Leunca dapat dikonsumsi sebagai lalapan, bahan masakan atau dibuat menjadi ekstrak leunca untuk mengatasi penyakit kanker.

 

7. Ceplukan

Image result for Ceplukan

Buah ceplukan banyak ditemukan di Indonesia. Buah ini mengandung steroid alami yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan membunuh jenis sel ganas in vitro. Ciplukan menunjukkan sitoksisitas yang kuat terhadap sel-sel kanker ginjal. Ekstrak ceplukan dapat mengurangi ukuran tumor kanker. Bahan kimia steroid pada ramuan ceplukan bekerja ditingkat enzim untuk menghentikan siklus sel kanker dan menyebabkan kerusakan DNA pada sel-sel tersebut untuk mencegah kanker melakukan replikasi. Oleh karena itu, ceplukan berkhasiat sebagai terapi komplementer untuk penyaki leukemia dan kanker, dan sebagai pengobatan infeksi paru-paru bersama obat modern

 

8. Sambiloto

Related image

Sambiloto bermanfaat sebagai obat anti kanker yang memiliki rasa pahit. Sambiloto dapat dimanfaatkan mulai dari batang, akar, daun sampai bunganya. Bagian batang dan daunnya mengandung zat laktone yang terdiri dari deoksiandrografolid dan neoandrografolid, serta mengandung zat lain seperti aldehida, alkane, flavonoid, tannin, saponin, keton dan mineral. Sambiloto dapat mencegah dan mengatasi timbulnya sel tumor atau kanker. Selain itu sambiloto juga banyak dimanfaatkan sebagai obat antibakteri dan meningkatkan daya tahan tubuh. Sebagai obat, sambiloto dapat dikonsumsi dalam bentuk ekstrak atau kapsul.

 

9. Daun Kelor

Image result for Daun Kelor

Daun kelor memiliki daun yang berbentu kecil, bulat dan berwarna hijau. Daun kelor memiliki kandungan nutrisi seperti kalsium, protein, vitamin C, kalium dan beta karoten. Daun kelor juga dipercaya memiliki sifat anti-tumor dan  anti-kanker karena mengandung senyawa niaziminin. Sebagai obat anti-kanker, daun kelor dapat dikonsumsi dalam bentuk ekstrak ataupun kapsul yang sudah banyak dijual di apotek.

 

10. Sirsak

Image result for Sirsak

Daun sirsak dipercaya mempu membunuh sel kanker atau sel-sel yang tumbuh secara abnormal tanpa merusak sel normal disekitarnya.

Cara pembuatan ramuan:

  1. Ambil 9 lembar daun sirsak yang tua, cuci bersih
  2. Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas
  3. Air rebusan diminum secara rutin 2 kali sehari

 

Demikianlah 10 tanaman yang dapat diolah sebagai herbal untuk mengatasi penyakit kanker. Selamat mencoba dan semoga dapat bermanfaat.

 

Nyatanya ZEDO PLUS mengandung Temu Putih untuk Menghambat Pertumbuhan Kanker !

Kendati masih perlu penelitian lebih mendalam, kunyit putih atau temu putih (Curcuma zeodaria) diyakini banyak orang mampu meredam pertumbuhan sel kanker.

Beberapa kasus dan sejumlah literatur memang membenarkannya.

Kalau Anda berminat mengkonsumsi, jangan terkecoh pada kunyit lain yang bentuknya mirip namun khasiatnya melawan sel kanker tak sehebat kunyit putih.

 

LALU BAGAIMANA MENJAUHKAN KANKER DENGAN ZEDO PLUS YANG MENGANDUNG TANAMAN TEMU PUTIH ?

 

Ekstrasi bahan asal tanaman Temu Putih yang memiliki potensi antiproliferasi dan penghambatan pembentukan koloni sel tumor atau kanker dilakukan dengan menggunakan cara dan hasil yang telah di peroleh dalam penelitian sebelumnya. Bahan – bahan asal yang digunakan adalah Temu Putih ( Curcuma Zedoria ).

 

Temu Putih mengandung Zat Robosome Inactivating Protein ( RIP ) yang berfungsi menonaktifkan perkembangan sel kanker dan sel tumor, merontokkan dan memblokir tanpa harus merusak sel yang ada di sekitarnya. Didalam tubuh, zat ini kemudian menempel ke dalam sel tubuh yang kurang normal. Zat ini kemudian membuat sel tersebut tak lagi berkembang biak. Sel pun memiliki batasan umur sehingga, setelah lama tidak berkembang biak, sel kanker tersebut akan mati .

 

Temu Putih juga mengandung protein aktif. Didalamnya terdapat ekstrak yang memiliki kemampuan memotong DNA superkoil menjadi bentuk lingkaran yang terpotong dan linier. Dan memotong ribosomkempang dan memiliki sifat sitotoksik pada sel limfobalstoid yang berasal dari penderita kanker.

 

Dari uraian tersebut terlihat tiga manfaat dari Curcuma Zedoria dalam memerangi kanker, yaitu:

  1. R.I.P. – memblokade pengembangbiakan sel kanker, sehingga lama-lama akan habis.
  2. Antioksidan pada kurkumin mencegah kerusakan gen, di mana kerusakan gen adalah salah satu penyebab timbulnya kanker.
  3. Zat anti-inflamasi pada kurkumin bermanfdat menghilangkan peradangan, padahal kanker selalu disertai peradangan.

 

Pencegahan tetap lebih baik

Tidak semua penyakit kanker mudah dideteksi sejak dini. Malah ada beberapa kasus yang baru diketahui setelah menginjak stadium lanjut.

Dokter Sjahrul Sjamsuddin, Sp. O.G. dari FKUI/RSCM pernah menguraikan, kanker ovarium merupakan pembunuh tersembunyi (silent killer), dengan angka survival hanya 30%.

Dari data RSCM diketahui bahwa terdapat 10 kasus kanker ovarium setiap bulan. Dikatakan juga, sekitar 70% dari kasus kanker itu diketahui ketika telah menyebar {Kompas, 2 Agustus 2000).

 

Kesimpulan 

Temu Putih yang terkandung dalam ZEDO PLUS memiliki prospek baik untuk menghambat pertumbuhan Sel Kanker atau Sel Tumor. Bagi yang masih sehat, bisa mengkonsumsi obat ini juga bisa buat pencegahan agar tidak terkena kanker. Dengan kandungan curcumin sebagai anti inflamasi dan Rebozone inacting protein bermanfaat secara tradisional dapat mengobati penyakit kanker dan tumor, gangguan nyeri lambung, nyeri haid, asam urat, dan diabetes.

Cara Menuntaskan Tumor Ganas

Tumor adalah sebutan untuk neoplasma atau lesi padat yang terbentuk akibat pertumbuhan sel tubuh yang tidak semestinya, yang mirip dengan simtoma bengkak. Sedangkan tumor ganas atau biasa yang disebut dengan kanker merupakan sel ganas yang menyerang tubuh dan akan merusak jaringan tubuh sekitarnya, munculnya penyakit tumor ganas berawal dari tidak normalnya pertumbuhan sel pada jaringan atau organ dalam tubuh. Ketidaknormalan itu menyebabkan berbagai masalah yang berakibat buruk pada tubuh kita.

Penyebab dari penyakit tumor ganas ini biasanya disebabkan oleh adanya mutasi DNA di dalam sel, akumulasi dari mutasi-mutasi ini menyebabkan timbulnya tumor. Tumor ini bisa dipicu oleh paparan bahan kimia, paparan alkohol yang terlalu banyak, racun dari makanan atau lingkungan, paparan sinar ultraviolet yang berlebihan, faktor genetika virus atau radiasi.

Gejala-gejala tumor ganas

  • Gejala dalam hidung: sumbatan dihidung yang progresif, rhinorhoe, mimisan.
  • Gejala pada mata: baal pada pipi.
  • Pembengkakan dan rasa sakit dipipi.
  • Gejala dalam rongga mulut: sakit atau baal pada gigi setempat atau radier, gigi goyah dan tanggal, terasa benjolan pada pelatum.
  • Gejala mata: pandangan ganda , epiphora (aliran air mata banyak), proptosis (mata menonjol), ophtalmoplegi.
  • Gejala neorologis: sakit kepala.
  • Gejala telinga: jika terjadi penyebaran ke nasofaring oklusio tubal (telinga bising).

Mengobati dan mencegah penyakit tumor bisa di lakukan dengan menggunakan ramuan alami atau obat. Tapi lebih baik, mengkonsumsi Zedo Plus tiap hari, agar hasilnya dapat terlihat dengan cepat.

 

Image result for sel tumor

Image

Bagaimana Efektivitas Ekstrak Umbi Typhonium Flagelliforme Fraksi Diklorometanolik dalam Menghambat Kanker Payudara ?

Kanker masih merupakan salah satu penyebab utama kematian didunia dan menjadi penyebab kematian terbanyak kelima akibat kanker, terutama di negara berkembang.  Jenis kanker yang sering ditemukan pada wanita adalah kanker payudara, disamping kanker serviks, dengan angka kejadian sebesar 1,29 juta, dan angka kematian sebesar 519 000.

 

Tanaman typhonium flagelliforme (keladi tikus) termasuk ke dalam famili Araceae, genus typhonium, termasuk salah satu tanaman yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Kandungan kimianya tergantung pelarutnya, dengan heksan didapatkan komponen hidrokarbon tersaturasi dan asam aliphatik, dengan etil asetat ditemukan asam lemak aromatik, dengan dicholoromethane (DCM) dijumpai hexadeconoid acid, 1-hexadecene, phytol dan derivat phytol, Kandungan lain berupa alkaloid dan flavonoid yang bervariasi, juga terpenoid, dan steroid dalam jumlah kecil.

 

Ekstrak umbi Typhonium flagelliforme fraksi DCM lebih efektif dalam menghambat proliferasi sel MCF-7 dibandingkan ekstrak umbi fraksi heksanolik, umbi fraksi etanolik, daun fraksi DCM, daun fraksi etanolik dan daun fraksi heksanolik Typhonium flagelliforme. Ekstrak umbi Typhonium flagelliforme fraksi diklorometanolik memiliki prospek baik untuk dikembangkan sebagai agen kanker, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan fraksinasi senyawa yang terkandung terhadap induksi apoptosis sel kanker payudara.

 

Image result for typhonium flagelliformeImage result for typhonium flagelliformeImage result for typhonium flagelliforme